Karena semua berawal dari mimpi..........yang membuat saya kuat bertahan ,
Nama saya Seselia,saya lahir dari keluarga yang jauh dari sederhana bahkan jauh dari segalanya,saya ada tiga bersaudara dan saya anak yang pertama,inilah keluarga saya, karena kondisilah yang megubah keluargaku,dan yang mulai saya ingat sepuluh tahun yang lalu,ketika saya berumur sembilan tahun dan masih duduk dibangku kelas 4 SD,karena kondisi keluarga semakin tidak membaik ibu meninggalkan kami,ibu merantau keluar negri menjadi TKI i,sedangkan adik-adik saya masih kecil-kecil dan seharusnya masih nyusu,sehingga yang merawat kami hanya ayah,ayah sangat peduli pada kami tampa lelah untuk meghidupi kami.
kasih sayang ayah megalahkan kasih sayang ibu yang pernah ada pada kami.dan hari demi hari bahkan tahun ke tahun kami jalani tampa seorang ibu yang seharusnya ada di samping kami.dan bahkan disaat kami sakit hanya ayah yang ngerwat kami,sedangkan ibu tidak pernah memberi kabar hilang entah kemana,adik-adik saya masih tidak tau kalo ibu meninggalkan kami,adik-adik saya sering menanyakan ibu. semua ini saya jalani dengan semua cobaan yang harusnya tidak terjadi pada kami,kebahagian yang seharusnya kami dapatkan dari keluarga ayah,ibu yang selalu ada di samping kami,hari demi hari,tahun ketahun berlalu dan adik-adik saya juga sudah pada sekolah,sedangkan sekolah saya sangat jauh dari rumah,sekitar 3 kilometer jauhnya dari rumah. saya berangkat sekolahnya harus jalan kaki,Dan kita harus lewatin hutan untuk samapai ka sekolah,tidak ada kendaraan disitu saya harus megendong adik-adik saya terutama yang paling bontot,
Dan saya jalani itu semua setiap hari tampa lelah walaupun saya sakit tapi semua itu tidak pernah menjadi masalah buat saya sekolah selagi masih bisa,selain sekolah saya juga harus mengantikan ibu di rumah untuk menyelesaikan pekerjaan,ngurusin rumah karena bapak harus kerja untuk menapkahi kami, disamping itu saya harus bagun pagi-pagi untuk masak buat bekal ke sekolah, hari demi hari saya lewati samapi saya lulus SD.setelah itu ayah medaftarkan saya ke SMP yang kebetulan dekat dengan SD tempat saya sekolah dulunya. Tidak trasa waktu cepat berlalu sampai pada akhirnya saya lulus juga SMP,sedangkan adik-adik saya juga ada yang lulus SD dan melanjutka ke SMP,sedangkan saya melanjutkan ke SMA. Pada saat SMA saya harus tinggal dikos, karena jarak dari rumah ke sekolah sangat jauh.sejak SMA adik-adik saya megurus dirinya masing-masing sedangkan saya jauh dari mereka. Kalopun pulang paling sabtu sore dan libur baru bisa.menjelang saya kelas dua ayah mulai lupa akan tanggungjawab kepada anak-anaknya, ayah jarang pulang kerumah, disini kondisi saya yang sangat terjepit apakah saya harus sekolah atau ngurusin adik-adik saya,karena ayah sudah mulai tidak peduli sama anak-anaknya itu semua karena kehadiran orang ketiga dari ibu saya.puji Tuhan itu semua tidak berlagsung lama, ayah akhirnya pulang karena saya mengancam akan bunuh diri,ketika saya kelas 3 SMA akhirnya ibu saya pulang dan berkumpul lagi di rumah,tidak terasa pada akhirnya saya lulus SMA.setelah saya lulus saya ingin sekali melanjutkan kuliah tapi orang tua saya menyuruh untuk menganggur,disitu hal yang paling menyakitkan saya rasakan lagi.dalam kondisi seperti itu saya bingung harus kemana dan harus ngapain dirumah keadaan sangat membosankan, semua kegiatan selalu dibatasi.tetapi dalam keadaan apapun saya selalu menyimpulkan itu semua ujian buat jalan menuju kesuksesan saya.tidak terasa setahun kemudian akhirnya kedua orangtua saya mengabulkan permintaan yang sudah lama saya impikan, orangtua memberi kebebasan kepada saya untuk memilih kuliah, saya memutuskan untuk kuliah di jakarta , akhirnya pada tanggal 19 juni 2010 saya datang ke jakarta.saya senang sekali akhirnya saya bisa kuliah dan memperdalam ilmu saya. saya tidak pernah takut untuk bermipi karena saya yakin semua keberhasilan sekarang adalah buah dari mimpi yang pernah ada dalam hidup saya. Itulah pengalaman hidup saya yang membuat saya tidak pernah berhenti untuk bermimpi dan berusaha. Keinginan dari lubuk hati saya, menjadi seorang perawat.
Yang saya pegang dalam hidup saya :
1. Saya tidak pernah takut untuk bermimpi.
2. Kehidupan saya yang keras membuat saya semangkin ingin berusaha bahwa saya mampu melewati dan mencapai mimpi-mimpi saya.